Sabtu, 19 Desember 2015

pohon malam

malam sepi jadikan dirimu kebahagiaan.
hati rapuh jadikan dirimu senyuman termanis
iman yang selalu goyah, kuatkan dirimu
jadilah matahari yang cukup menghangatkan
jadilah matahari, walau ia berdiri sendiri, tapi selalu bermanfaat.

sayang
hidup ini tak sesuai angan
tapi percayalah, semua akan tercapai dalam tawakal.
dalam sebuah perjalanan yang tak kau sebut indahnya.
akan terdapat sebuah kenangan

sayang 
daun yang gugur tak akan lupa pada pohonnya.
ia akan bergerak jatuh yang tk jauh dari pohonya.
kala angin dapat meniup dan memindah daun yang gugur
tapi ia tak bisa meniup dan memindah pohonnya.
kau bisa meniup aku hanyut dalam kegelapan cinta
namun tidak pada hati nurani 

sayang 
aku punya hati rapuh
tapi aku juga punya nurani
sayang ijinkan aku pergi bersama nurani
bersama motivasi2 dunia fana ini.
bersama ilahi yang selalu memantau semua ini.

Rabu, 28 Oktober 2015

bunga tidur

bunga tidur

sepi dingin malam ini
kutuliskan sebuah sajak 
beruntaikan melodi berkalungkan nada
diam dalam lamunan
berimajinasi entah dimana.
kau kembali terbayang
sebuah senyum manis dengan alis bergaris.
ouh sayang aku tak suka tubuhmu
tapi aku suka senyum mautmu

      entah kemana ku mencari cintamu sayang.
      mata sipit dengan sejuta misteri.
      pasrah, lelah tak jua ku berjumpa denganmu
      sayang aku merindumu
      hadirlah dalam mimpiku
      walau untuk pamit pergi.

sayang...
datanglah dalam mimpiku
dan nikmati bunga tidurmu bersamaku.

Sabtu, 26 September 2015

apa?

APA?
By lia dewi l
Seorang diri berteman sepi.
Aku tak mengerti tapi aku berusaha mencari
Mencari yang tak ku megerti.
                Kita saling bertemu dan menyapa
                Kita saling menasehati di tengah tangis
                Tapi kita hanya dapat status
                Yang tak ku tahu apa fungsinya.
Aku terjatuh
Tapi tak ada yang peduli
Aku sakit
Tapi tak ada yang mengobati
Lalu kemana aku harus berjalan?
Dengan siapa aku harus bangkit dan mencari obat?
                Oh tuhan
                Engkau pasti tau kesedihan apa ini.
                Engkau pasti tau penyebab semua ini

                Engkau pasti tau obat ini

Jumat, 03 Juli 2015

sembunyi

Kecewa pasti, sakit apalagi...!!
Namun semua sudah terjadi,
Entah bagaimana bisa bersembunyi.
Yang pasti ku tak mau mengerti.
                Terserah apa kata mereka.
                Menjerit dalam tangisan pun ku tak peduli.
                Berdiri dalam kehinaan yang tersembunyi.
Mereka yang jadi pengamat, tak tahu akan solusi
Mereka yang menjerit tapi tak bisa berbuat
Yang bangga dengan celotehannya
Akan merintih seperti kuda kelaparan.
Semua akan sirna, semua akan berbalik memuji.

Itu janji yang akan selalu tersembunyi.

Rabu, 01 Juli 2015

NURANI

NURANI
BY: LIA DEWI LESTARI
Sutra bisa rusak, pohonpun bisa  tumbang.
Andai serigala tak berbulu domba.
Apakah hidup kan bahagia?
Hati selembut sutrapun kan menangis.
Hati sekuat pohon juga bisa kecewa.
            Entah mengapa dunia ini jadi panggung.
            Bahagia dan iklas ketika  bermain, tapi
            Lelah dan jenuh ketika melihatnya.
Sudahlah...
Berontak bukan jalan terbaik,
Perasaan apalagi !!
Mungkin hanya dengan otak, rasa kan hilang!
Dan logika yang kan berjalan.
Sudahlah...
Mereka bisa membuat, dan mengacau.
Cukup diam dan tingalkan semua.
Bertahan mungkin lebih baik, tapi

Meninggalkan mungkin akan jauh lebih baik.

Sabtu, 17 Januari 2015

warna-warni pelangi

dulu aku tak mengerti kenapa dulu aku tak merasa.

kenapa dulu kelabu, hanya hitam dan abu-abu...?
kenapa tiada warna-warni?
kini ku tahu itu ada...
warna-warni dalam jiwa
dalam aksi yang selalu membawa rindu sepi.
kini ku mengerti cara apa ini..
cara yang akan membawa pelangi
yang mampu mewujudkan sejuta mimpi
semoga ini bukan jalan beranjal yang tiada arti
semoga ini jalan benar, yang hanya sedikit berbatu.
temrimakasih masa lalu, kan ku tulis kau dalam buku baruku, bersama pelangi - pelangi baru yang berwarna - warni :)