Rabu, 20 April 2016

mata jendela

sejenak ku silau.
ku buka mata jendela pagi.
penuh diksi yang tak kumengerti.
ku coba untuk diam dalam lamunan majas sepi.
untaian serta jajaran yang tak masuk pada jiwa.

ku minum sebuah teh pahit pagi ini
ku lihat mereka nan elok menari meliuk
memuja sebuah mata jendela yang kusam ini.
tawa-tawa yang ku tahu untuk menghiburnya.

nyaringnya kian renyah
ku mengubur sebagian jendela yang sudah berkarat
dalam batuan, serta gumpalan tanah kusir.

Sabtu, 05 Maret 2016

bosan

ini gelap tapi bukan malam.
ini terang tapi bukan siang
ini bukan diri yang mengenal aku.
ini aku yang tak tahu akan pribadi,
aku tak bisa melihat
hanya kelabu
hanya masalah dan lelah.

iseng

lepaskan ikatan bola matamu
bebaskan aku dari jemari hatimu.
aku lelah memandangmu
aku tak bisa terikat pada gantungmu.

tak kuasa dalam kehendak cinta
bila engkau memilihku genggamlah talimu ikatkan pada hati
bila engkau tak sudi menerimaku maka lepaskanku dari jeratanmu
sudahi jalan ini ,,,
tatap aku dan katakan apa maumu.
hilangkan egomu.
hilangkan gengsimu.
cukup tatap dan bicaralah.

aku sayang
aku cinta
tapi aku apa?
sudahlah fokuskan impianmu
tak usah hiraukan nafsumu.
biar atas yang menuntun kita.

Minggu, 17 Januari 2016

latihan

selalu malam.
ada apa dengan malam?
entahlah akupun tak tahu
yang ku tahu kala bintang bertebaran, dengan sinar rembulan
ku menarikan sebuah jari,
membentuk untaian demi untaian.

malam panas
malam dingin
kala hari mulai gelap
itulah yang kusebut malam, tiada makna yang berarti
hanya seutas tali percobaan menggantung diri

ya, aku tak tahu malam ini cerah atau mendung
malam ini penuh bintang atau taburan butiran hujan.
malam - malam selalu imajinasi dengan tali panjang yang meliuk tak jelas arah.
hentikan ketikan huruf ini. 
ini sangat buruk. 
tak ada kejelasan makna 
hanya sebuah pembiasaan .