sejenak ku silau.
ku buka mata jendela pagi.
penuh diksi yang tak kumengerti.
ku coba untuk diam dalam lamunan majas sepi.
untaian serta jajaran yang tak masuk pada jiwa.
ku minum sebuah teh pahit pagi ini
ku lihat mereka nan elok menari meliuk
memuja sebuah mata jendela yang kusam ini.
tawa-tawa yang ku tahu untuk menghiburnya.
nyaringnya kian renyah
ku mengubur sebagian jendela yang sudah berkarat
dalam batuan, serta gumpalan tanah kusir.
ku buka mata jendela pagi.
penuh diksi yang tak kumengerti.
ku coba untuk diam dalam lamunan majas sepi.
untaian serta jajaran yang tak masuk pada jiwa.
ku minum sebuah teh pahit pagi ini
ku lihat mereka nan elok menari meliuk
memuja sebuah mata jendela yang kusam ini.
tawa-tawa yang ku tahu untuk menghiburnya.
nyaringnya kian renyah
ku mengubur sebagian jendela yang sudah berkarat
dalam batuan, serta gumpalan tanah kusir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar