separuh aku
Jingga di sore ini menemaniku,
bersama sorban hangat ku simpuhkan separuh aku.
Ku lantunkan ayat demi ayat padaMu.
Hembusan angin berbisik tuk sujud dan seru namaMu.
Guguran daun menambah agungMu duhai kasihku.
Selayaknya engkau berikan agamaku atas keagunganMu,
kupercaya takdir dan nasib yang merindu.
Khayanganpun kan jadi singgahan awal dan akhirku tuk bertemu denganMu.
Matahari yang menghangatkan tuk jadi doaku,
serta bulan dan bintang yang mengaminkan doaku.
Coklat hangat yang setia menemaniku bersenda gurau dalam khayalku.
Secawannya telah menari dan meracuni pikiranku.
Mereka yg suci dan mensucikan yang terkadang khilaf ku caci maki.
Diantara taqiyat akhir ku, izinkanku bersimpuh dalam separuh aku.
Jingga di sore ini menemaniku,
bersama sorban hangat ku simpuhkan separuh aku.
Ku lantunkan ayat demi ayat padaMu.
Hembusan angin berbisik tuk sujud dan seru namaMu.
Guguran daun menambah agungMu duhai kasihku.
Selayaknya engkau berikan agamaku atas keagunganMu,
kupercaya takdir dan nasib yang merindu.
Khayanganpun kan jadi singgahan awal dan akhirku tuk bertemu denganMu.
Matahari yang menghangatkan tuk jadi doaku,
serta bulan dan bintang yang mengaminkan doaku.
Coklat hangat yang setia menemaniku bersenda gurau dalam khayalku.
Secawannya telah menari dan meracuni pikiranku.
Mereka yg suci dan mensucikan yang terkadang khilaf ku caci maki.
Diantara taqiyat akhir ku, izinkanku bersimpuh dalam separuh aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar